23 jam  lalu Polres Demak Kerahkan 150 Personel Amankan Ibadah Kenaikan Isa Almasih 30 Gereja di Demak Gelar Ibadah Kenaikan Isa Almasih, Polisi Lakukan Pengamanan Ketat Sebanyak 30 Gereja di Demak Dijaga Polisi saat Perayaan Kenaikan Isa Almasih Polres Demak Pastikan Ibadah Kenaikan Isa Almasih Berjalan Aman dan Khidmat Polisi Amankan Pelaksanaan Ibadah Kenaikan Isa Almasih di Kabupaten Demak Demak – Polres Demak menerjunkan sebanyak 150 personel gabungan untuk mengamankan pelaksanaan ibadah Kenaikan Isa Almasih di wilayah Kabupaten Demak, Kamis (14/5/2026). Ratusan personel tersebut berasal dari Polres Demak dan Polsek jajaran yang disebar ke sejumlah gereja maupun rumah ibadah. Pengamanan dilakukan guna memastikan pelaksanaan ibadah berjalan aman dan kondusif. Pelaksana Tugas Kasi Humas Polres Demak Iptu Said Nu’man Murod mengatakan, terdapat sekitar 30 gereja dan rumah ibadah di Kabupaten Demak yang melaksanakan ibadah peringatan Kenaikan Isa Almasih. “Sebanyak 150 personel kami terjunkan untuk melakukan pengamanan di gereja maupun rumah ibadah yang melaksanakan ibadah Kenaikan Isa Almasih,” kata Nu’man. Menurut dia, pengamanan dilakukan tidak hanya di area dalam gereja, tetapi juga di sekitar lokasi ibadah, termasuk pengaturan arus lalu lintas dan patroli guna mengantisipasi gangguan Kamtibmas. Sebelum ibadah dimulai, Polres Demak juga mengerahkan Unit K-9 untuk melakukan sterilisasi di sejumlah gereja. Pemeriksaan dilakukan di area ruang ibadah, halaman hingga lokasi parkir kendaraan jemaat. “Sterilisasi menggunakan Unit K-9 ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan, termasuk ancaman terorisme maupun gangguan lainnya, sehingga umat Kristiani dapat melaksanakan ibadah dengan aman dan khidmat,” ujar dia. Nu’man menambahkan, seluruh personel yang terlibat pengamanan telah diarahkan untuk mengedepankan pendekatan humanis selama bertugas. Kepolisian juga mengajak masyarakat ikut menjaga situasi keamanan dan ketertiban selama peringatan hari besar keagamaan berlangsung. “Kami berharap seluruh rangkaian ibadah berjalan aman, lancar dan kondusif. Sinergi antara Kepolisian, pengurus gereja dan masyarakat sangat penting untuk menjaga situasi tetap aman,” pungkasnya. Munthohar_Ershi
23 jam  lalu Polres Demak Kerahkan 150 Personel Amankan Ibadah Kenaikan Isa Almasih 30 Gereja di Demak Gelar Ibadah Kenaikan Isa Almasih, Polisi Lakukan Pengamanan Ketat Sebanyak 30 Gereja di Demak Dijaga Polisi saat Perayaan Kenaikan Isa Almasih Polres Demak Pastikan Ibadah Kenaikan Isa Almasih Berjalan Aman dan Khidmat Polisi Amankan Pelaksanaan Ibadah Kenaikan Isa Almasih di Kabupaten Demak Demak – Polres Demak menerjunkan sebanyak 150 personel gabungan untuk mengamankan pelaksanaan ibadah Kenaikan Isa Almasih di wilayah Kabupaten Demak, Kamis (14/5/2026). Ratusan personel tersebut berasal dari Polres Demak dan Polsek jajaran yang disebar ke sejumlah gereja maupun rumah ibadah. Pengamanan dilakukan guna memastikan pelaksanaan ibadah berjalan aman dan kondusif. Pelaksana Tugas Kasi Humas Polres Demak Iptu Said Nu’man Murod mengatakan, terdapat sekitar 30 gereja dan rumah ibadah di Kabupaten Demak yang melaksanakan ibadah peringatan Kenaikan Isa Almasih. “Sebanyak 150 personel kami terjunkan untuk melakukan pengamanan di gereja maupun rumah ibadah yang melaksanakan ibadah Kenaikan Isa Almasih,” kata Nu’man. Menurut dia, pengamanan dilakukan tidak hanya di area dalam gereja, tetapi juga di sekitar lokasi ibadah, termasuk pengaturan arus lalu lintas dan patroli guna mengantisipasi gangguan Kamtibmas. Sebelum ibadah dimulai, Polres Demak juga mengerahkan Unit K-9 untuk melakukan sterilisasi di sejumlah gereja. Pemeriksaan dilakukan di area ruang ibadah, halaman hingga lokasi parkir kendaraan jemaat. “Sterilisasi menggunakan Unit K-9 ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan, termasuk ancaman terorisme maupun gangguan lainnya, sehingga umat Kristiani dapat melaksanakan ibadah dengan aman dan khidmat,” ujar dia. Nu’man menambahkan, seluruh personel yang terlibat pengamanan telah diarahkan untuk mengedepankan pendekatan humanis selama bertugas. Kepolisian juga mengajak masyarakat ikut menjaga situasi keamanan dan ketertiban selama peringatan hari besar keagamaan berlangsung. “Kami berharap seluruh rangkaian ibadah berjalan aman, lancar dan kondusif. Sinergi antara Kepolisian, pengurus gereja dan masyarakat sangat penting untuk menjaga situasi tetap aman,” pungkasnya. Munthohar_Ershi

Ditolak Saat Mengadu ke Polresta Surakarta Terkait Kematian Herwanto yang Janggal, Keluarga Akan Melapor ke Polda Jawa Tengah

waktu baca 3 menit
Jumat, 15 Mei 2026 10:11 9 Redaksi

Wonogiri, Mandalapost.id  – Kematian Herwanto (26) meninggalkan duka mendalam bagi keluarganya. Herwanto, anak semata wayang dari Sularno (49), warga Padukuhan Nongkosuwit RT 001/RW 010, Desa Gambirmanis, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, diduga meninggal dunia secara tidak wajar di kamar kosnya di kawasan Panularan, Kota Surakarta, pada 17 Februari 2026 lalu.

Kepada awak media saat ditemui di kediamannya pada Kamis (14/5/2026), Sularno didampingi istri, adik, serta ayahnya tampak tak kuasa menahan kesedihan ketika menceritakan kronologi kematian anak semata wayangnya tersebut.

Sularno menjelaskan, sebelum meninggal dunia, Herwanto tinggal bersama istrinya, Rani Kurniawati, di sebuah kamar kos di wilayah Panularan, Solo. Namun sejak awal, keluarga merasa ada kejanggalan atas kematian korban.

“Kami dari awal merasa janggal. Kok kami tidak boleh menyusul ke Solo, dan Rani meminta agar Herwanto segera dimakamkan saja,” ungkap Sularno dengan mata berkaca-kaca.

Kecurigaan keluarga semakin kuat saat proses memandikan jenazah. Menurut Sularno, wajah Herwanto tampak hitam lebam, bagian atas kepala terasa empuk tidak sewajarnya, dan dua gigi depan korban terlihat bergeser.

“Saya heran dan curiga, kenapa wajah anak saya hitam lebam, tengkoraknya seperti empuk, dan dua gigi depannya bergeser,” lanjutnya.

Kejanggalan lain juga diungkapkan Suparsi, adik Sularno sekaligus bibi korban. Ia mengaku memperoleh informasi dari Ketua RT dan warga sekitar lokasi kos seminggu setelah Herwanto dimakamkan. Menurut informasi tersebut, saat ditemukan meninggal dunia, kondisi tangan dan kaki korban diduga terikat tali dengan kuat.

“Informasi dari Pak RT dan beberapa warga sekitar kos, saat ditemukan meninggal, tangan dan kaki Herwanto terikat tali. Wajahnya juga bengkak dan hitam legam,” terang Suparsi.

Lebih lanjut, Suparsi menyebut warga sempat hendak melapor ke polisi, namun diduga dicegah oleh salah satu kerabat pihak istri korban dengan alasan agar persoalan tersebut tidak menimbulkan keributan.

Merasa ada kejanggalan atas kematian anaknya, Sularno mengaku sempat mendatangi Mapolresta Surakarta pada awal Maret 2026 didampingi salah satu anggota Polsek Eromoko untuk mengadukan peristiwa tersebut. Namun, menurutnya, aduan itu tidak ditindaklanjuti sebagaimana mestinya.

“Saya datang ke Polresta Surakarta untuk mengadu, tetapi merasa ditolak. Bahkan saat dimintai keterangan, saya tidak pernah diminta menunjukkan identitas atau KTP,” ujarnya.

Karena merasa belum mendapatkan kepastian hukum dan keadilan, keluarga Herwanto pada Kamis (14/5/2026) membacakan surat terbuka yang ditujukan kepada Kapolda Jawa Tengah dan Kapolri di hadapan awak media.

Surat terbuka tersebut dibacakan langsung oleh Suparsi. Dalam isi suratnya, keluarga meminta aparat penegak hukum melakukan penyelidikan secara transparan dan profesional atas kematian Herwanto yang dinilai penuh kejanggalan.

Pihak keluarga juga menyatakan akan segera membuat laporan resmi ke Polda Jawa Tengah guna meminta pengusutan lebih lanjut terkait penyebab pasti kematian Herwanto. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA