– Polres Kudus mengawal kegiatan inspeksi mendadak (sidak) pengecekan pangkalan LPG 3 kilogram di wilayah Kabupaten Kudus bersama DPR RI Komisi XII dan PT Pertamina Patra Niaga sebagai langkah antisipasi potensi kelangkaan menjelang Ramadhan hingga Idul Fitri, Rabu (4/3).
Sidak tersebut dipimpin anggota Komisi XII Fraksi Golkar, Jamalludin Malik, dan turut dihadiri Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo, Bupati Kudus Samani Intakoris, serta jajaran manajemen Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah.
Rombongan pertama meninjau Pangkalan Umanah di Desa Demaan, Kecamatan Kudus Kota. Dari hasil pengecekan, stok LPG dinyatakan aman dengan adanya tambahan 20 tabung dari alokasi awal.
Selanjutnya, pengecekan dilakukan di Pangkalan LPG PSO Siaga di Desa Burikan, Kecamatan Kudus Kota, dengan alokasi distribusi mingguan sebanyak 220 tabung.
Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, menegaskan masyarakat agar tidak membeli LPG dengan harga di atas ketentuan. Ia menyarankan pembelian dilakukan langsung di pangkalan resmi yang dapat dicek melalui laman subsiditepatlpg.mypertamina.id.
“Kalau belinya di eceran, harganya bisa melambung tinggi. Bahkan ada laporan sampai Rp35 ribu. Nah itu jangan dibeli,” tegas Taufiq.
Ia menjelaskan, pihaknya telah melakukan penambahan pasokan (extra dropping) untuk wilayah Kudus guna mengantisipasi kelangkaan. Sebanyak 35.000 tabung tambahan telah disalurkan pada 17–18 Februari. Selama Ramadhan, penambahan kumulatif dari minggu pertama hingga ketiga mencapai sekitar 33.000 hingga 34.000 tabung.
Sementara itu, Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo menyampaikan bahwa pihaknya turut melakukan pemeriksaan distribusi dan kesesuaian isi tabung.
“Dari hasil pengecekan, distribusi berjalan lancar. Kami juga melakukan pengecekan timbangan dan hasilnya sesuai standar,” ujarnya di sela kegiatan.
Berdasarkan keterangan agen, harga LPG 3 kilogram di tingkat pangkalan dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp18.000 per tabung.
Kapolres menegaskan pengawasan akan terus dilakukan secara berkala guna mencegah penimbunan maupun praktik penjualan di atas harga yang telah ditetapkan. Ia juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan membeli sesuai kebutuhan.
“Pemerintah daerah bersama aparat kepolisian dan Pertamina memastikan pasokan LPG di Kabupaten Kudus tetap terjaga selama Ramadhan hingga Lebaran. Jika mengetahui adanya indikasi penimbunan atau harga yang tidak sesuai ketentuan, segera laporkan,” pungkasnya.
Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah kembali mengingatkan masyarakat Kabupaten Kudus agar tidak membeli LPG 3 kilogram melebihi HET yang telah ditetapkan, yakni Rp18.000 per tabung.
Mariyo
Tidak ada komentar