MANDALAPOST.ID, SEMARANG // Selasa, 4 November 2025 — Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) DPD Jawa Tengah menggelar audiensi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah untuk membahas berbagai isu dan pertanyaan publik terkait pengangkatan guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2024.
Pertemuan tersebut diterima langsung oleh Nasrudin, Kepala Bidang Ketenagaan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, serta sejumlah pejabat terkait.
Dalam forum itu, Ketua AWPI Jawa Tengah Ir. Elman Sirait menyampaikan sejumlah pertanyaan penting dari masyarakat, antara lain:
1. Jumlah SMA/SMK baru di Jawa Tengah.
2. Alasan lulusan PPG bersertifikat tidak bisa mendaftar PPPK meskipun persyaratan sudah lengkap.
3. Kapan pengumuman PPPK paruh waktu.
4. Kebutuhan tenaga guru SMA/SMK dan paruh waktu di Jawa Tengah.
6 Sekolah Baru di Jateng
Menjawab pertanyaan pertama, Nasrudin menjelaskan bahwa terdapat enam sekolah baru di Jawa Tengah, yaitu:
1. SMA di Pemalang, ditargetkan selesai tahun 2026.
2. SMA di Tegal.
3. SMK Tulis Batang.
4. SMK Garung, Kabupaten Wonosobo, sudah beroperasi.
5. SKO atau SMANKO (Sekolah Keberbakatan Olahraga) di GOR Jatidiri, Kota Semarang, khusus bagi siswa berprestasi olahraga dan tanpa biaya.
6. SLB di Purwokerto, Banyumas, yang akan beroperasi tahun 2026.
Terkait Lulusan PPG Tak Bisa Mendaftar PPPK
Terkait pertanyaan kedua, Nasrudin menjelaskan bahwa sebagian lulusan PPG gagal mendaftar PPPK karena tidak memiliki izin dari yayasan pengelola sekolah atau masih kurang persyaratan administratif.
“Namun, apabila yayasan tidak memberikan izin dan guru tersebut sudah keluar dari yayasan, maka Dinas bisa memberikan rekomendasi langsung,” tegasnya.
PPPK Paruh Waktu Belum Diumumkan
Untuk pertanyaan ketiga, mengenai pengumuman PPPK paruh waktu, Nasrudin menyebutkan bahwa belum diumumkan untuk pengangkatan tahun 2024.
Hal ini disebabkan perbedaan waktu penetapan TMT (Terhitung Mulai Tanggal) ASN di setiap instansi, serta perlunya penyelarasan data formasi.
“BKN dan Kementerian PANRB menerima banyak usulan penundaan dari berbagai instansi karena masih ada proses administrasi yang perlu diselesaikan,” jelasnya.
Kebutuhan Guru di Jateng
Untuk kebutuhan guru SMA/SMK, Nasrudin menuturkan bahwa secara umum Jawa Tengah tidak mengalami kekurangan guru.
“Jika rata-rata jam mengajar 30 jam per minggu, dengan total sekitar 40 ribu guru aktif, kebutuhan sudah tercukupi,” ujarnya.
Adapun jumlah tenaga PPPK yang diangkat sejak 2021 hingga 2024 mencapai 17.650 orang.

Ir Elman Sirait Ketua AWPI Jateng saat Audensi di Dinas Pendidikan Kota Semarang
Dinas Pastikan Seleksi PPPK Bersih
Menanggapi isu dugaan kecurangan dalam seleksi PPPK, Ayu, pejabat yang membidangi seleksi PPPK, memastikan proses di Jawa Tengah bersih dan transparan.
“Skor kelulusan diumumkan langsung melalui aplikasi, tidak ada intervensi atau manipulasi data,” tegasnya.
Seleksi PPPK tahun 2024 menggunakan sistem kelulusan berdasarkan urutan prioritas, bukan lagi passing grade, guna memberi peluang lebih besar bagi tenaga honorer yang telah lama mengabdi.
Guru Swasta Juga Bisa Ikut PPPK
Menjawab pertanyaan Sekretaris AWPI DPD Jateng, Budi Mulyanto, terkait kesempatan bagi guru swasta, Ayu menjelaskan bahwa guru swasta diperbolehkan ikut PPPK, sesuai Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2025.
“Aturan baru bahkan memungkinkan guru swasta ditempatkan di sekolah swasta tempat mereka mengajar,” ungkapnya.
Nasrudin menambahkan, guru swasta yang mendaftar tetap harus memenuhi persyaratan umum (kualifikasi pendidikan, batas usia) serta persyaratan khusus, seperti izin yayasan.
“Bagi guru swasta kategori P1, yakni yang telah lulus seleksi PPPK tahun 2021 dengan nilai di atas passing grade, masih memiliki kesempatan melanjutkan ke tahap berikutnya,” pungkasnya. Wisnu (*)
Tidak ada komentar