Jalan Penghubung Kandangan–Bawen Hancur Lebur! Pemerintah dan Perusahaan Tambang Dinilai Tutup Mata

waktu baca 2 menit
Selasa, 4 Nov 2025 08:51 69 Redaksi

MANDALAPOST.ID, SEMARANG – Deru truk tambang dan debu jalan berlubang kini menjadi pemandangan sehari-hari di Dusun Geneng, Desa Kandangan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang. Jalan yang seharusnya menjadi urat nadi pergerakan warga kini berubah menjadi lintasan penuh lubang dan genangan air, mengancam keselamatan pengguna jalan setiap hari.

Ruas tersebut bukan sekadar jalur lokal. Selain menjadi akses utama warga untuk beraktivitas, jalan ini juga menghubungkan dua kelurahan menuju jalan utama Solo–Semarang. Namun, kondisinya yang semakin rusak parah membuat warga resah — terlebih karena setiap hari dilalui truk bermuatan batu dari tambang milik PT Jaya Kencana Beton (JKB).

“Ini jalan utama warga, tapi rusaknya sudah parah sekali. Sudah sering juga terjadi kecelakaan di sini,” keluh salah satu warga setempat, Selasa (30/10/2025).

Warga menilai pemerintah daerah lamban menangani kerusakan yang telah berlangsung lama. Mereka berharap Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Semarang maupun pihak JKB segera turun tangan memperbaiki sebelum jatuh korban lebih banyak.

Kepala Desa Kandangan, Paryanto, membenarkan bahwa jalan tersebut berada di bawah kewenangan PU Kabupaten Semarang. Ia menjelaskan bahwa asal jalan itu bermula dari perubahan jalur saat proyek pembangunan tol berlangsung beberapa tahun lalu.

“Dulu waktu ada pekerjaan tol, tanah warga dibeli untuk dijadikan jalan. Saat itu pemeliharaannya menjadi tanggung jawab Waskita. Setelah proyek selesai, seharusnya dilimpahkan ke PU, tapi saya kurang tahu apakah sudah resmi dilimpahkan atau belum,” jelasnya.

Lebih lanjut, Paryanto menuturkan bahwa jalan tersebut sejak awal tidak diberi tulangan besi, sehingga tidak mampu menahan beban berat kendaraan besar.

“Sempat ada dua kali perbaikan tambal aspal, tapi karena dari awal tidak diberi tulangan, ya tetap saja mudah rusak,” ujarnya.

Warga juga mendesak agar pihak perusahaan tambang JKB ikut bertanggung jawab, karena aktivitas kendaraan beratnya dinilai memperparah kondisi jalan. Mereka meminta ada kolaborasi antara Pemkab Semarang dan pihak swasta dalam memperbaiki infrastruktur yang rusak.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak JKB maupun Dinas PU Kabupaten Semarang terkait rencana perbaikan jalan penghubung dua kelurahan tersebut.

Red/Tim

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA