Keringat, Doa, dan Sinergi: Polsek Plupuh Berjibaku Ringankan Beban Korban Tanah Longsor

waktu baca 2 menit
Kamis, 15 Jan 2026 18:05 30 Redaksi

 

Sragen, Jateng,Mandalapost.id  — Di tengah sisa-sisa lumpur dan tanah yang tergerus hujan deras, semangat kemanusiaan justru tumbuh kuat di Dukuh Pojok, Desa Plupuh, Kecamatan Plupuh. 

Kamis (15/1/2026) pagi, personel Polsek Plupuh bersama Forkopimcam Plupuh turun langsung berjibaku membantu Bapak Subasir, warga yang rumahnya terdampak tanah longsor akibat hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Sejak pukul 08.30 WIB, halaman rumah sederhana milik Subasir dipenuhi aparat lintas sektor. 

Kerja bakti sinergis ini menjadi wujud nyata kehadiran negara di saat masyarakat menghadapi musibah.

Wakapolsek Plupuh Iptu Sardi yang berada dilokasi memimpin kegiatan menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral aparat terhadap warga yang tertimpa bencana.

“Ini bukan sekadar kerja bakti, tetapi panggilan nurani. Saat warga mengalami musibah, Polri bersama TNI dan pemerintah kecamatan harus hadir, bekerja, dan merasakan langsung apa yang dirasakan masyarakat,” ujar Iptu Sardi.

Kerja bakti dilakukan dengan pembagian tugas yang terorganisir. Sebagian personel memotong bambu, sementara lainnya membangun tanggul darurat untuk menahan tanah agar tidak kembali longsor. Meski material permanen belum tersedia, upaya penanggulangan sementara ini diharapkan mampu meminimalisasi risiko lanjutan, terutama jika hujan kembali turun.

Hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimcam Plupuh, di antaranya Bataud Koramil Plupuh Peltu Sukardi, Kasi Trantib Kecamatan Plupuh Wiranto, anggota Polsek Plupuh, anggota Koramil Plupuh, serta perangkat kecamatan. Sinergi lintas sektor ini menjadi kekuatan utama dalam menghadapi dampak bencana alam di wilayah pedesaan.

Kapolsek Plupuh Iptu Mohamat Nur Arifin mewakili Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, menegaskan bahwa Polres Sragen berkomitmen untuk selalu hadir secara humanis dan responsif terhadap setiap permasalahan masyarakat.

“Polri tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam momen-momen kemanusiaan. Inilah wujud Polres Sragen Baik, hadir, peduli, dan bekerja bersama rakyat,” tegasnya.

Bagi Bapak Subasir dan keluarganya, kehadiran aparat bukan hanya bantuan fisik, tetapi juga suntikan semangat dan harapan. Di tengah musibah yang menguji keteguhan, gotong royong menjadi penguat bahwa mereka tidak sendirian.

Kerja bakti tersebut pun ditutup dengan doa bersama, memohon perlindungan dan keselamatan, agar bencana serupa tidak kembali terjadi. Dari Plupuh, pesan kemanusiaan kembali digaungkan, di saat tanah runtuh, solidaritas justru berdiri kokoh.

 

Mariyo

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA