SRAGEN, JATENG,Mandalapost.id— Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 1 Mei 2026, jajaran Polres Sragen bergerak cepat mematangkan strategi pengamanan.
Kapolres Sragen, AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, memimpin langsung kegiatan Tactical Floor Game (TFG) di Hall Sibhara Mapolres Sragen, Selasa (21/4/2026), sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi dinamika di lapangan.
Kegiatan ini dihadiri lintas instansi, mulai dari unsur Forkopimda dan stakeholder terkait, di antaranya perwakilan Kesbangpolinmas Kabupaten Sragen, Satpol PP, Kodim 0725/Sragen, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, BPBD Kabupaten Sragen, hingga para pejabat utama Polres Sragen dan Kapolsek jajaran.
Dalam arahannya, Kapolres menegaskan bahwa TFG bukan sekadar simulasi teknis di atas peta. Lebih dari itu, forum ini menjadi ruang strategis untuk menyamakan persepsi sekaligus menguji kesiapan rencana pengamanan secara menyeluruh.
“TFG ini bukan hanya tactical di atas peta. Ini adalah upaya menyatukan persepsi, menguji rencana pengamanan, serta memastikan seluruh personel memahami peran dan tanggung jawabnya, dengan tetap mengutamakan keselamatan personel di lapangan,” tegas AKBP Dewiana.
Ia menambahkan, kesiapan yang matang menjadi kunci dalam menghadapi berbagai kemungkinan, terutama dalam momentum May Day yang secara nasional kerap diwarnai aksi penyampaian pendapat di muka umum.
Sementara itu, Wakapolres Sragen, Kompol Nunung Farmadi, yang bertindak sebagai moderator, menekankan urgensi pelaksanaan TFG sebagai fondasi kesiapsiagaan operasional.
Ia menjelaskan bahwa TFG bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh kepada seluruh personel terkait langkah, prosedur, hingga mekanisme pelaporan saat menghadapi situasi kontijensi.
“Melalui TFG ini, seluruh personel pengamanan diharapkan benar-benar memahami apa yang harus dilakukan, bagaimana bertindak, dan kepada siapa melapor ketika menghadapi eskalasi situasi di lapangan,” ujar Kompol Nunung.
Menurutnya, kesamaan persepsi menjadi faktor penentu keberhasilan pengamanan, khususnya dalam mengelola aksi unjuk rasa yang berpotensi berkembang menjadi situasi tidak kondusif.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa peringatan May Day merupakan agenda global yang dilaksanakan secara serentak di berbagai negara, sehingga membutuhkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan maksimal dari seluruh unsur pengamanan.
“Dengan adanya TFG ini, kita pastikan seluruh personel siap menghadapi berbagai kemungkinan, termasuk situasi kontijensi. Setiap personel harus memahami perannya, siapa berbuat apa, dan bertanggung jawab kepada siapa,” imbuhnya.
Dalam sesi teknis, Kabag Ops Polres Sragen, Kompol Suyono, memaparkan secara rinci rencana pengamanan, mulai dari pola penggelaran pasukan, skenario penanganan massa, hingga langkah-langkah taktis apabila terjadi eskalasi situasi.
Paparan tersebut diawali dengan analisis situasi oleh Kasat Intelkam, AKP Joko Purwanto, yang mengungkap potensi gangguan kamtibmas menjelang May Day.
Berdasarkan informasi intelijen, terdapat indikasi rencana aksi penyampaian pendapat di muka umum di wilayah Kabupaten Sragen yang berpotensi menimbulkan dinamika lapangan.
Dengan kolaborasi lintas sektor dan pematangan strategi melalui TFG, Polres Sragen menegaskan komitmennya untuk menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif selama peringatan Hari Buruh.
Kesiapan ini sekaligus menjadi bukti bahwa pengamanan tidak hanya mengedepankan kekuatan personel, tetapi juga perencanaan matang, koordinasi solid, serta respons cepat dan terukur dalam menghadapi setiap kemungkinan di lapangan.
Mariyo
Tidak ada komentar