Antara Stetoskop dan Benang Rajut: Kisah Kreativitas dr. Zuhria*

waktu baca 2 menit
Senin, 13 Apr 2026 19:58 6 Redaksi

 

JAKARTA, 13 April 2026 ,Mandalapost.id – Di balik kesibukannya sebagai dokter spesialis patologi klinik, dr. Zuhria Novianty, Sp.P.K., tetap menyimpan kecintaan terhadap dunia kerajinan tangan.

Bagi istri Letkol Inf. Benu Supriyantoko yang tergabung dalam Persit Kartika Chandra Kirana Cabang I Sintelad PG Mabesad ini, kreativitas merupakan bagian dari perjalanan hidup yang tidak pernah benar-benar hilang.

Minat terhadap dunia keterampilan tangan telah tumbuh sejak masa kecil. Lingkungan keluarga yang gemar melakukan berbagai aktivitas kreatif turut membentuk kebiasaan tersebut. Sejak duduk di bangku sekolah dasar, Zuhria sudah terbiasa mencoba berbagai kegiatan kreatif. Ia membuat paper bag sederhana, belajar menjahit, hingga mencoba merajut.

Pada masa itu, sumber referensi belajar masih sangat terbatas. Namun keterbatasan tersebut tidak mengurangi semangatnya untuk terus mencoba dan bereksperimen.Ketika memasuki masa kuliah, minat terhadap dunia mode dan kreativitas sempat menjadi pertimbangan. Ia membayangkan masa depan di bidang yang berkaitan dengan karya dan desain.

Namun pilihan tersebut tidak sepenuhnya mendapat dukungan dari orang tua. Pada akhirnya, Zuhria memilih menempuh pendidikan di bidang kedokteran.Profesi dokter menuntut dedikasi tinggi, kedisiplinan, serta tanggung jawab besar dalam melayani masyarakat.

Setelah menyelesaikan pendidikan, kehidupannya dipenuhi berbagai peran sekaligus. Ia menjalani peran sebagai dokter, istri, ibu, serta aktif dalam organisasi. Kesibukan tersebut sempat membuat waktu untuk menyalurkan hobi menjadi terbatas. Namun kecintaan terhadap dunia kerajinan tangan tidak pernah benar-benar hilang. Setelah menyelesaikan pendidikan spesialis, Zuhria kembali menemukan ruang untuk berkarya melalui kegiatan merajut.

 

Mariyo

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA